Tanpa disadari kita sering salah dalam memperkenalkan anak pada Allah. “Ayo., nggak boleh! Dosa! Allah nggak suka sama orang yang sering berbuat dosa”, “Awas jangan nakal, nanti Allah marah!”, dst.
Hal ini membuat anak mengenal tuhannya dengan cara yang menakutkan, sehingga mereka melakukan ibada atau perintah Tuhan bukan dengan kesadaran, tapi lebih karena keterpaksaan dan rasa takut.
Mengapa kita tidak mengenalkan Allah sebagai Sang Maha Pengasih dan
Maha Penyayang. Bukankah kita telah mengajari mereka bahwa setiap mulai
mengerjakan sesuatu untuk mengucapkan basmalah. Allah itu Maha Pengasih
lagi Maha Penyayang. Tetapi kedua sifat yang harus selalu disebut saat
mengawali pekerjaan itu, hampir-hampir tak pernah kita kenalkan
maknanya.
Mungkin lebih baik kita mengenalkan Allah dengan yang menyenangkan dan kasih sayang pada anak. “Ayo, Nak kita ucapkan basmallah. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang yang telah melimpahkan rizki ini kepada kita.”; “Subhanallah, alangkah indahnya bulan dan bintang di langit. Semua ini Allah ciptakan untuk kita,” Kalimat-kalimat positif semacam itu mungkin perlu lebih sering kita tanamkan pada anak, agar tumbuh nilai iman dan takwa.
Mengenalkan anak pada Allah juga dapat dilakukan dengan bercerita atau
memberikan anak buku bacaan yang mengandung nilai-nilai agama, seperti
kisah nabi, dan kisah-kisah dalam Al Quran yang dikemas dalam bentuk
cerita sederhana dengan gambar yang menarik untuk anak. Pesan dan nilai
dalam cerita akan lebih mudah tertanam dalam diri anak.
Mengenalkan anak pada Allah bisa melalui cerita yang mengandung nilai agama dan moral
No comments:
Post a Comment