Monday, January 20, 2014

Lomba Menulis Cerpen 2014


"PERHUTANI GREEN PEN AWARD”
Lomba Menulis Cerpen Hutan & Lingkungan (LMCHL)  terbuka untuk umum.

Deadline:  22 Februari 2014 (Stempel Pos/Jasa Kurir)

HADIAH Kategori A
        Pemenang 1: Perhutani Green Pen Award + Uang Tunai Rp 4.000.000,-
        Pemenang 2: Piagam + Uang Tunai Rp 2.000.000,-
        Pemenang 3: Piagam + Uang Tunai Rp 1.000.000,-
        3 (tiga) Pemenang Unggulan, masing-masing mendapat Piagam + Uang Tunai Rp 750.000,-
        50 Penulis Cerpen Hutan & Lingkungan Harapan mendapat Piagam

HADIAH Kategori B
        Pemenang 1: Perhutani Green Pen Award + Uang Tunai Rp 5.000.000,-
        Pemenang 2: Piagam + Uang Tunai Rp 3.000.000,-
        Pemenang 3: Piagam + Uang Tunai Rp 2.000.000,-
        3 (tiga) Pemenang Harapan, masing-masing mendapat Piagam + Uang Tunai Rp 1.000.000,-
        50 Penulis Cerpen Hutan & Lingkungan Harapan mendapat Piagam

Pengumuman pemenang:  22 Maret 2014 di www.perumperhutani.com

Syarat serta ketentuan: Peserta Lomba adalah: Warga Negara Indonesia, Pelajar SLTP dan SLTA (Kategori A), Mahasiswa, Guru, Dosen, Penulis/Pengarang dan Umum (Kategori B)

Judul tulisan BEBAS. Tema cerita adalah kehidupan manusia atau makhluk hidup dengan berbagai aspek terkait dengan HUTAN dan lingkungan hidup yang menjadi eksistensi bumi.

Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar, indah (literer) dan komunikatif.
Naskah karya asli, bukan jiplakan/terjemahan/saduran dan belum pernah dipublikasi.
Panjang naskah 5–10 halaman A4, diketik 1,5 spasi dengan huruf Times New Roman ukuran font 12, margin standar.
Naskah diprint-out sebanyak 2 rangkap, file dimasukkan dalam CD dilampiri Biodata dan Identitas termasuk alamat, Nomor telepon/HP dan E-mail yang mudah dihubungi.

Peserta Kategori A melampirkan fotocopy Kartu Pelajar/Surat Keterangan dari Sekolah.
Peserta Kategori B melampirkan fotocopy Kartu Mahasiswa/KTP bagi Mahasiswa. Bagi Guru, Dosen dan Umum melampirkan fotocopy KTP.

Peserta wajib melampirkan tulisan singkat tentang salah satu kegiatan Perum Perhutani, diketik rapi (70-100 kata), diperbolehkan menambahkan foto apabila ada. Sumber informasi antara lain Situs Resmi www.perumperhutani.com atau sumber lain dengan menyebut nama sumber.

Peserta mengirimkan karyanya 1 (satu) judul atau maksimal 2 (dua) judul,
Naskah menjadi milik penyelenggara, hak cipta pada pengarang

Peserta mengirim ke Panitia Lomba Menulis Cerpen Hutan dan Lingkungan (LMCHL) Perum Perhutani –
Jl. Gedung Hijau I No. 17 Pondok Indah Jakarta Selatan 12450.

Puisi Untuk Ayah



Ayahku
 yang kubutuhkan hanya sesuap nasi
Tak perlu beli di restoran mewah
Tahu tempe juga nikmat rasanya
Jangan kau bekerja terlalu susah-payah
Sampai menipu dan korupsi segala
Kalau kau dipenjara
Aku akan malu dan merana

Ayahku
Yang kubutuhkan hanya sebuah rumah sederhana
Tak perlu gedung megah
Pondok kecil rasanya lebih indah
Biar kita sering bertatap muka
Ada tikar yang kita gelar
Untuk kita berbagi cerita
Ayahku
Jangan kau terima suap dan uang haram lainnya
Kalau kau meringkuk di sel  penjara
Rumah megah apalah gunanya

Ayahku
Yang kubutuhkan hanya kendaraan
Tak perlu kau sibuk mengumpulkan uang
Untuk membeli mobil berharga milyaran
Naik angkot dan bus kota tak apalah
Di sana kita bisa menikmati music jalanan
Yang penting kita selamat sampai di tujuan
Daripada duduk di mobil mewah
Tetapi hati kita resah
Diburu oleh dosa-dosa
Karena uang yang kita pakai
Tak jelas darimana asal-usulnya


Ayahku
Yang kubutuhkan hanya kasih sayang dan doa
Bukan pesta ulang tahun di hotel  berbintang
Atau hadiah yang berlimpah
Janganlah kau bingung memburu rupiah
Sampai menghalalkan segala cara
Karena suatu saat nanti
Semua yang kita lakukan pasti ada pertanggungjawabannya

Ayahku
Ingatlah
Bila saat ini kita berpesta dan tertawa
Mungkin di sana ada orang lain yang menderita
Karena haknya kita rampas
Bila saat ini kita makan berlimpah-limpah
Mungkin hari ini ada orang yang tidak makan karena ulah kita
Bila malam ini kita tidur nyenyak di bawah selimut hangat
Mungkin ada orang lain kedinginan di pengungsian
Karena rumahnya kebanjiran
gara-gara banyak pepohonan yang ditebang
Untuk apartemen, lapangan golf, plaza, dan villa kita

(zahra haidar)


Thursday, January 16, 2014

Butterfly Life Cicle


Illustrated stories that tell the change in shape of a butterfly.  
Delivering science through stories with drawings for children.

Saturday, January 11, 2014

Memperingati Maulid Nabi dengan Meneladani Akhlak Mulia



Mengapa Engkau diutus ke dunia ini ya Rasul?"
Rasul Menjawab, "Innama Buitsu Liutamimma Makarimal Akhlak" ‘
"Sesungguhnya Aku Diutus ke Dunia Hanyalah Untuk Menyempurnakan Akhlak”

Dalam riwayat para sahabat dikisahkan bahwa Rasulullah s.a.w. adalah sosok manusia yang selalu bermuka ceria, ramah, lemah lembut akhlaknya, halus dan selalu tersenyum. Beliau adalah sosok yang paling banyak tersenyum setiap bertemu dengan para sahabatnya, selalu serius, nampak tertarik dan memperhatikan dengan serius terhadap setiap pembicaraan mereka. Kadang-kadang Beliau tertawa sampai kelihatan gigi gerahamnya. Disebutkan juga bahawa baginda Rasulullah s.a.w. adalah sosok manusia yang paling suka tersenyum dan tertawa, menyenangkan dan berlaku ringan tangan.
Sayidah ‘Ā’isyah r.a. menceritakan bahawa Rasulullah s.a.w. jika sedang berada di rumah bersama keluarga, maka Beliau selalu ceria, tersenyum dan tertawa. Keceriaan dan kemurahan senyumnya tidak hanya terbatas ketika berada di dalam rumah bersama keluarga saja, akan tetapi juga ketika sedang berada di luar rumah. Dengan setiap orang, Beliau selalu menampakkan muka yang ceria dan selalu dihias dengan senyuman. Beliau bersabda:
رَوِّحُوْا عَنِ الْقُلُوْبِ سَاعَةً بَعْدَ سَاعَةٍ, فَإِنَّ الْقُلُوْبَ إِذَا كَلَّتْ عَمِيَتْ
Maksudnya: ‘Segarkan dan hiburlah hati serta pikiran anda secara berkala, kerana hati dan pikiran jika telah lelah, maka akan buta, tidak mampu untuk digunakan berpikir.”
Rasulullah s.a.w. juga sosok yang paling sukakan bermain dan bercanda ria dengan anak-anak. Beliau adalah sosok orang yang paling suka bercanda dan melucu ketika sedang berada di rumah bersama keluarga.
Canda dan lelucuannya adalah yang sesuai dengan kedudukan Beliau yang tinggi dan sosok yang mulia dan luhur. Beliau memang gemar bercanda, akan tetapi ketika bercanda, ia tidak pernah mengatakan sesuatu kecuali yang hak atau benar.
Sikap toleransi dan kelapangan dada Beliau, hatinya yang suci dan bersih, kesabaran Beliau yang luar biasa, kearifan dan kebijaksaan Beliau yang benar-benar kokoh, suka memaafkan, kezuhudan dan ke-tawādu‘-an Beliau yang sangat luar biasa serta ramah dan kasih sayang Beliau yang selalu menyelimuti semua orang.
Agar pergaulan dan hubungan antar sesama Muslim menjadi baik, maka Rasulullah s.a.w. selalu menyerukan untuk melakukan hal-hal yang dapat membahagiakan hati dan dapat semakin mempererat persaudaraan dan ukhuwah. Beliau menghubungkan keimanan dengan hal-hal tersebut, seperti dalam sabdanya:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Maksudnya: “Sesiapa yang beriman kepada Allah s.w.t. dan hari akhir, maka jangan sampai menyakiti tetangganya. Sesiapa yang beriman kepada Allah s.w.t. dan hari akhir, maka ia harus memuliakan tetamu. Sesiapa yang beriman kepada Allah s.w.t. dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik, atau jika tidak bisa, maka hendaknya ia diam.”
Pribadi Rasulullah yang mulia ini sesuai dengan firman Allah s.w.t. dalam surah al-Anbiyā’, 21: 107, yang artinya: “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”
Semoga di bulan Mulid ini kita dapat mendapatkan sepercik kesejukan dengan mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah serta berupaya menginplementasikannya dalam kehidupan.



Friday, January 10, 2014

Orang Tua Pendidik Utama


Orang tua adalah pendidik utama, pertama, dan terbaik untuk anak. Sebaik apapun pendidikan di luar, tidak akan dapat menggantikan peran orang tua sebagai pengasuh sekaligus pendidik bagi anak. Jika anak diberi gizi yang cukup, limpahan kasih sayang serta kesempatan bermain sambil belajar, maka pertumbuhan dan perkembangannya akan optimal. Orangtua juga merupakan tokoh utama yang dapat menjadi teladan bagi anak. Karena rumah dan keluarga adalah yang paling bertanggung jawab dalam membentuk anak sesuai harapan.
Tips Praktis
·      Orang tua hendaknya selalu menciptakan dan menempatkan anak pada lingkungan yang kondusif sesuai dengan karakter yang diharapkan. Orang tua yang ingin anaknya selalu menjaga kebersihan, harus senantiasa menciptakan lingkungan yang bersih dan membiasakan anak berperan serta untuk menjaga kebersihan. Orang tua yang ingin anaknya berbudi pekerti halus tak perlu berbicara dengan cara berteriak pada anaknya. Demikian pula untuk hal-hal lain yang diharapkan oleh orang tua pada anaknya.
·      Apapun kesibukan dan kondisi orang tua pendidikan dan pengasuhan anak harus menjadi perhatian utama.
·      Orang tua dapat menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik agar anak dapat tumbuh sebagai pribadi yang berakhlak mulia sebagaimana harapan orang tua.

Wednesday, January 8, 2014

Mengenal Anggota Tubuh dan Panca Indera

Mengenalkan anak usia dini pada anggota tubuh dan panca indera bisa dilakukan dengan banyak cara. Buku cerita bergambar seri sains ini mengajak anak mengenal anggota tubuh melalui cerita. Melalui buku ini anak bukan hanya diajak mengenali, tapi juga mensyukuri anugerah Tuhan berupa anggota tubuh, mengetahu manfaat dan cara memelihara serta merawatnya.
Dilengkapi dengan gambar kartun berwarna yang menarik untuk anak.

Tuesday, January 7, 2014

Kota Ramah Anak



Memimpikan Kota Ramah Anak

Oleh: Zahra Haidar

Siapa yang tidak sayang anak? Setiap orang pasti sayang pada anak. Orang tua  mau mengorbankan apa pun demi anak.  Mereka tidak akan ragu untuk memenuhi hasrat dan kebutuhan anak. Orang tua bekerja keras kalau ditanya pasti jawabannya adalah untuk kepentingan anak. Namun yang terjadi seringkali justru sebaliknya. Ibu-ibu yang sibuk bekerja tak punya waktu cukup untuk menyusui anaknya, bermain, atau menemani mereka. Bahkan terkadang tak sempat menyiapkan makanan yang bergizi, cukup membeli makanan cepat saji atau mi  instan saja.  Lebih-lebih ayah, tak jauh beda. 
Bagaimana pula dengan peran pemerintah dan lingkungan masyarakat di sekitar anak. Apakah sudah cukup memenuhi hak-hak mereka?  Dengan membangun sarana kebutuhan masyarakat (orang dewasa), pemerintah kota menganggap bahwa kebutuhan anakpun telah terwakili dan terpenuhi dengan sendirinya. Padahal yang terjadi  seringkali pembangunan yang dilakukan membabat lahan bermain mereka. Pengabaian pemerintah kota terhadap anak bukan hanya pada kebijakan dan anggaran yang terbatas, tetapi juga pada pelayanan dan keterbatasan penyediaan sarana kota yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak.
Lingkungan di sekitar anak juga kurang memberikan keamanan dan kenyamanan bagi anak. Jalan yang rusak dan berlubang, kurangnya penerangan, polusi, kaki lima, kurangnya lahan terbuka untuk tempat bermain, kurangnya fasilitas permainan, penjual jajanan yang tidak memenuhi syarat kesehatan, fasilitas transportasi yang kurang nyaman,  coretan-coretan di dinding, tayangan media hiburan yang kurang sesuai untuk anak, dan masih banyak lagi lainnya.
Benarkah kita telah bekerja untuk kepentingan anak?  Atau tanpa sadar kita justru telah mengabaikan atau melanggar hak-hak mereka? Mungkin kita perlu merenungkan kembali apa saja hak dan kebutuhan anak yang harus kita penuhi? Apabila merujuk pada Konvensi Hak Anak, (Save the Children,1996) disebutkan bahwa anak mempunyai beberapa hak berikut ini:
Ø mempunyai hak untuk tempat tinggal – pasal 27 menegaskan hak setiap anak atas kehidupan untuk pengembangan fisik, mental, spritual, dan moral. Untuk itu orang tua bertanggung jawab mengupayakan kondisi kehidupan yang diperlukan untuk mengembangkan anak sesuai dengan kemampuan. Kondisi seperti ini sulit didapatkan oleh anak jalanan yang tidak mempunyai tempat tinggal dan terputus dengan orang tua;      
Ø mempunyai hak untuk mendapatkan keleluasaan pribadi – tempat tinggal padat dan tumpang tindih di kota menjadikan anak merasa terganggu keleluasaan pribadinya. Kondisi seperti ini banyak dialami oleh anak-anak yang berasal dari keluarga miskin di kota, sehingga dampaknya adalah perasaan tertekan dan ketegangan pada diri anak;
Ø mempunyai hak untuk mendapatkan rasa aman – keamanan fisik dan psikososial merupakan hal penting bagi anak yang ada di kota. Lemahnya penegakan hukum, meluasnya kekejaman dan kejahatan mempunyai dampak yang kuat terhadap anak dan remaja; 
Ø mempunyai hak untuk mendapatkan lingkungan yang sehat – sanitasi buruk, kurangnya air bersih, kurangnya fasilitas toilet, dan banyaknya sampah memberi dampak yang serius terhadap kesehatan anak. Kondisi kota seperti ini menghadapi masalah serius terhadap tumbuh kembang anak, karena mereka muda terjangkit penyakit cacar, diare, ISPA, TBC, dan penyakit lain yang sering dialami oleh warga yang tinggal di wilayah kumuh; 
Ø mempunyai hak untuk bermain – ini artinya tersedia areal hijau dan ruang terbuka untuk bermain.
Ø mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan – setiap anak mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan. Hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah kota tentang pelayanan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua anak, terutama bagi keluarga yang tidak mampu. Ketersediaan sekolah  termasuk kualitas sekolah perlu mendapat perhatian yang serius;
Ø mempunyai hak untuk memperoleh pelayanan transportasi umum – mengakses tranportasi umum yang baik untuk semua merupakan hal yang sangat penting. Dibutuhkan sarana transportasi yang aman untuk berjalan kaki, naik sepeda atau mengakses transportasi yang tidak menghasilkan polusi; dan ramah anak.


Permasalahan-permasalahan di atas mendasari  dicetuskannya gagasan Child Friendly City Initiative, di Indonesia dikenal dengan sebutan Kota Ramah Anak. Gagasan tersebut lahir pada Konferensi Habitat II atau City Summit, di  Istambul, Turki tahun 1996. Saat itu perwakilan pemerintah dari seluruh dunia bertemu dan menandatangani Agenda Habitat. Pembukaan Agenda Habitat, secara khusus menegaskan bahwa anak dan remaja harus mempunyai tempat tinggal yang layak; terlibat dalam proses mengambilan keputusan; serta terpenuhi kebutuhan dan peran anak dalam bermain di lingkungannya.

Pada UN Special Session on Children, Mei 2002, para walikota menegaskan komitmen mereka untuk aktif menyuarakan hak anak. Pada pertemuan tersebut mereka juga merekomendasikan kepada walikota seluruh dunia untuk:
1. mengembangkan rencana aksi untuk kota mereka menjadi Kota Ramah dan melindungi hak anak;
2. mempromosikan peran serta anak sebagai aktor perubah dalam proses pembuatan keputusan di kota mereka terutama dalam proses pelaksanaan dan evaluasi kebijakan pemerintah kota.
Upaya UNICEF dan UNHABITAT ini terus-menerus dipromosikan ke seluruh dunia dengan upaya meningkatkan kemampuan pemerintahan daerah.

Pengertian
Kota Ramah Anak menurut UNICEF Innocenti Reseach Centre adalah kota yang menjamin hak setiap anak sebagai warga kota. Sebagai warga kota, berarti anak: keputusannya mempengaruhi kotanya; mengekspresikan pendapat mereka tentang kota yang mereka inginkan;   dapat berperan serta dalam kehidupan keluarga, komuniti, dan sosial; menerima pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan;       mendapatkan air minum segar dan mempunyai akses terhadap sanitasi yang baik; terlindungi dari eksploitasi, kekejaman, dan perlakuan salah; aman berjalan di jalan; bertemu dan bermain dengan temannya; mempunyai ruang hijau untuk tanaman dan hewan; hidup di lingkungan yang bebas polusi; berperan serta dalam kegiatan budaya dan sosial; dan setiap warga secara seimbang dapat mengakses setiap pelayanan, tanpa memperhatikan suku bangsa, agama, kekayaan, gender, dan kecacatan.
Gerakan ini telah mulai dilakukan di beberapa negara seperti India, Filipina, Brazil yang menunjukkan hasil menggembirakan. Program Kota Ramah Anak di Filipina memperoleh sambutan hangat, karena sebelumnya warga kota telah mendapat pengetahuan mengenai program "Pelayanan Dasar Kota". Di Brazil, setiap kotanya memiliki sebuah dewan kota yang beranggotakan anak dan remaja. Setiap kecamatan mengirimkan perwakilannya, terdiri satu perempuan dan satu laki-laki ke dewan kota.
Di Indonesia beberapa upaya tengah ditempuh agar dapat menerapkan konsep Kota Ramah Anak. Salah satu di antaranya adalah melalui sosialisasi dan mengadakan program percontohan seperti Sidoarjo Kota Ramah Anak yang menjadi Pilot Projek Pemkab/Pemko Se Indonesia. Saat ini beberapa kota sudah mulai menggagas dan melaksanakannya. 
Bagaimana dengan di kota kita? Rasanya sudah saatnya kepedulian terhadap anak-anak ini dituangkan dengan lebih nyata melalui program yang terencana dan menyeluruh agar hak-hak anak tidak terabaikan. Mungkin sudah saatnya pemerintah dan seluruh komponen masyarakat merancang konsep yang sesuai dengan kondisi  dan kebutuhan anak-anak di wilayah kota Pasuruan, Probolinggo, dan sekitarnya. Tentu diperlukan perencanaan dan konsep yang matang agar agenda ini tidak berwujud seremonial atau slogan belaka. Suara anak juga perlu di dengar, agar rencana yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.  
Beberapa aspek perlu mendapatkan perhatian khusus, seperti:  peningkatan gizi; peningkatan peran keluarga dalam memenuhi hak anak; menghilangkan kekerasan ferbal maupun fisik terhadap anak; proses pendidikan yang memberikan kebebasan berekspresi pada anak; sarana bermain, sarana berolahraga dan menyediakan wadah untuk mengekspresikan seni;  perpustakaan kota dengan fasilitas yang nyaman dan memadai; layanan rumah sakit  yang ramah anak; menutup jalan-jalan berlubang yang membahayakan anak; sanitasi, merelokasi tempat pembuangan sampah di tepi jalan yang menimbulkan polusi; memberi perhatian khusus pada anak jalanan, anak cacad, serta anak-anak bermasalah; menyediakan sarana, fasilitas dan kebijakan-kebijakan dalam pembangunan yang memenuhi hak anak.
Perwujudan kota yang tenang dan nyaman bagi anak dan penghuni kota lainnya membutuhkan proses panjang, dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi pembangunan kota. Pada tiap tahapan, perlu ada keseimbangan antara peran pemerintah dan masyarakat. Suara anak juga tak dapat diabaikan, mereka perlu didengar tentang pendapat dan keinginannya. Program ini dapat terwujud melalui suatu kemitraan yang seluas-luasnya dengan melibatkan semua pihak yang ada di kota. Kemitraan dapat dibangun dengan melibatkan sektor swasta, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemerintah kota dari masing-masing departemen atau sektor, organisasi non pemerintah, dan masyarakat sipil. Semua pihak harus ikut berperan serta sesuai dengan bidang dan keahlian yang dimilikinya. Bila semua orang sayang anak, tentu bukan hal yang sulit untuk melakukannya.